Judul : Kaya Cara Nabi
Penulis : Dudun Parwanto
Penerbit : MIzan Publishing
Tahun : 2018
Harga : Rp 55,000
Pembelian : WA 0813-10054310
Sinopsis
Jika
dirunut dari sejarah, Muhammad ketika masih remaja adalah seorang pekerja keras
dan sudah termasuk sebagai pemuda kaya. Bukankah ia belajar dari pamannya, Abu
Thalib, menjadi pedagang yang jujur dan sukses. Oleh karena kejujuran dan
kesuksesannya dalam berbisnis, maka Khadijah, janda kaya juga seorang
pedagang-tertarik terhadap Muhammad. Wanita miliarder itu mengangkat Muhammad
sebagai mitranya untuk dipercaya mengelola bisnisnya, dan akhirnya mereka pun
menikah.
Rasulullah
Saw. dan para sahabatnya telah memberi contoh bahwa mereka tidak menghindar
dari kekayaan. Mereka bekerja keras untuk menjemput rezeki. Namun ikhtiar
mereka tentu saja tidak membabi buta. Mereka tetap bekerja keras dan hasil
akhir dari upaya itu disandarkan kepada Allah. Sebab Allah jua yang berhak
memberikan rezeki atas jerih payah mereka. Kaya dapat menjadikan seseorang bisa
mulia. Artinya, jika kita kaya dan mempunyai akhlak baik, tawadhu’ (tidak
sombong), gemar memberi kepada orang lain, maka kemuliaan akan kita dapatkan.
Kemuliaan ini utuh, karena kita dimuliakan sesama manusia dan dimuliakan oleh
Allah Swt.
Berarti kaya
merupakan sarana (jalan) untuk memudahkan kita dalam menempuh kesempurnaan
dalam beribadah. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Ini
adalah hadist Rasul. Sekarang coba untuk mulai bertanya kepada diri sendiri: Dalam hidup ini,
sukakah jika kita sebagai golongan orang yang memiliki tangan di bawah? Tentu
tidak. Tangan di bawah artinya, seseorang yang senantiasa mengharap bantuan
orang lain. Dalam hidup ini, pasti kita ingin lebih terhormat, untuk mencapai
itu, maka perlulah tangan di atas. Artinya menjadi manusia yang suka memberi
pertolongan kepada orang lain. Hidup akan berarti apabila kita dapat memberikan
sesuatu yang terbaik kepada sesama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar